Posted on Leave a comment

Mekanik Alat Berat Indonesia (M.A.B.I) Release Beta

Untuk menguji kompetensi mekanik alat berat di ranah pengetahuan atau knowledge, saat ini tentunya menjadi semakin praktis, cepat, akurat dan lebih menghemat biaya operasional. PT. AMM dengan tim pengembang konten dan aplikasi menghadirkan solusi pelatihan dan pelayanan Hybrid, yaitu pelayanan pelatihan dan konsultasi secara langsung dengan pelanggan, serta bundling Aplikasi program instrumentasi pendukung berbasis android. dengan perkembangan teknologi saat ini semuanya menjadi lebih mudah, tetapi tentunya pelayanan pelatihan dari AMM tidak menghilangan esensi dari pelatihan, yaitu set-up kultur dan adaftif terhadap karakter bisnis pelanggan. Aplikasi yang direlease secara terbuka di google play store, amazon app store merupakan aplikasi versi beta yang dengan konten gratis, kecepatan “loading per page” kami batasi dan beberapa akses kami buka. Tentunya untuk penggunaan kepentingan korporasi kami sudah siapkan dengan fiitur terbaik dengan paket konsultasi khusus

This image has an empty alt attribute; its file name is 512x512newkuisfull-1.png

Aplikasi ini masih Versi Beta, artinya belum full release dikarenakan beberapa fitur belum aktif, tetapi secara software sangat bersih dari virus yang dapat merusak sistem aplikasi pada handphone android. Kami melakukan internal release, khusus bagi pelanggan untuk memberikan informasi template aplikasi dan bonus 170 soal pilihan ganda, drag and drop, Hot Spot, dan kemampuan numerik untuk mengukur kemampuan mekanik dan penguasaan materi dalam setiap level pelatihan.

PT. AMM dengan produknya Rumah Teknik, memberikan sample program yang bisa langsung dipakai pada mekanik di perusahaan anda. Tentunya karena aplikasi ini versi Beta, belum kami tambahkan fitur registrasi khusus karyawan diperusahaan tertentu, Password khusus, auto reporting kepada instruktur yang teregristasi, dashboard monitoring manager, dll.

Intinya karakter pelayanan kami dalam membuat aplikasi dan pengembangan konten adalah berdasarkan permintaan pelanggan “Customize” dengan tujuan dapat menampung segala kebutuhan yang tepat. Jadi tunggu apa lagi, Segera hubungi kami, para praktisi Expertised dibidang teknologi alat -alat berat dan pengembangan Sumber Daya Manusia, khususnya dibidang teknik.

Posted on Leave a comment

Pendahuluan Buku Panduan GBK (Grading Berbasis Kompetensi )

1.1  Latar Belakang Masalah

Dikarenakan belum adanya grading sistem mekanik, yang berbasis pada kompetensi dengan ukuran yang jelas dan memperhitungkan pencapaian jenjang karir mekanik, maka hal tersebut dapat berdampak kepada faktor-faktor sebagai berikut :

  1. Klasifikasi kemampuan dalam memperbaiki alat, atau disebut dengan tingkat standar kompetensi yang belum rinci, dapat menimbulkan kesalahan dalam memberikan kompensasi pada prestasi hasil pekerjaan mekanik.
  2. Range posisi dan klasifikasi grade mekanik yang pendek dapat mengakibatkan kejenuhan pada grade tertentu.
  3. Cakupan pekerjaan dan kompetensi mekanik yang belum meninjau kepada keragaman (versatility) unit, dapat mengakibatkan tanggung jawab mekanik belum terarah.
  4. Dari permasalahan yang dijelaskan pada poin (1) dan poin (2) tersebut mengakibatkan sulitnya menentukan kebutuhan pelatihan yang tepat untuk menunjang kompetensi mekanik yang sebenarnya.

1.2  Tujuan Pengembangan Kurikulum

            Dalam proses pengembangan mekanik, Department Services harus memiliki sebuah tim khusus yang terdiri dari services trainer, services operational, People Development dan services system development untuk bersama sama merumuskan konsep yang sesuai dengan situasi dan budaya yang ada di Perusahaan.

  Adapun tujuan dari GBK  adalah sebagai berikut :

  1. Memberi panduan untuk peningkatan kompetensi mekanik mulai dari Fresh Graduated Mechanic, Mekanik 3 (M3),  hingga Master Mekanik (MM)
  2. Memberikan referensi kurikulum bagi mekanik untuk belajar dan berkarir lebih baik, berdasarkan kompetensi yang mereka inginkan.
  3. Memberikan kejelasan tentang sistem jalur karir mekanik, mulai dari tingkat kompetensi sampai versatility (kecakapan perawatan dalam beragam unit)
  4. Persiapan dan seleksi bakal calon pemimpin unggulan yang dapat terukur pencapaian karirnya dan didukung oleh program pelatihan yang tepat guna.

1.3  Ruang Lingkup

       Buku Panduan kurikulum ini ini hanya mengatur pengembangan kompetensi mekanik mulai dari Fresh Graduated Mechanic, mekanik M3 (entry grade), hingga mekanik dengan posisi Master Mekanik (MM). Proses yang harus dilalui, adalah mulai dari penentuan spesialisasi, pelatihan, OJI (on the job instruction) pengalaman bekerja, data Work Order (WO), Lembar Penilaian Poin Kompetensi (LPPK), sertifikasi, hingga kenaikan grade baru dan penambahan poin kompetensi.

  1.   Sistematika Penulisan

        Untuk memberikan gambaran mengenai alur pemikiran yang digunakan dalam penyusunan buku panduan GBK ini, maka diperlukan sistematika penulisan. Sistematika penulisan dalam penyusunan buku ini, sebagai berikut :

BAB    I           PENDAHULUAN

Bab ini mengemukakan tentang latar belakang masalah, tujuan pengembangan kurikulum, ruang lingkup serta sistematika penulisan.

BAB    II         GRADE DAN STANDAR KOMPETENSI

Bab ini mengemukakan tentang perbandingan antara sistim grade mekanik yang berlaku sebelum adanya program GBK dengan sistem grade yang terdapat pada program GBK.

BAB    III        ANALISA KOMPETENSI DASAR

Bab ini mengemukakan tentang analisa Kompetensi Dasar (KD) beserta uraian elemen kompetensi secara rinci

BAB    IV        POIN KOMPETENSI

Bab ini mengemukakan tentang dasar – dasar pengambilan poin kompetensi, distribusi poin terhadap jenjang grade mekanik, serta bobot poin kompetensi terhadap Kelompok Kompetensi Dasar (KKD) dan juga terhadap konsentrasi alat tertentu.

BAB    V         UJI KOMPETENSI DAN SERTIFIKASI

Bab ini mengemukakan tentang kerangka program, ruang lingkup uji kompetensi dan sertifkasi pada program GBK,

BAB    VI        PELATIHAN

Bab ini mengemukakan tentang jenis dan  program pelatihan  yang terdapat pada  program GBK.

BAB    VII      KPI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Bab ini mengemukakan tentang pembagian tugas, fungsi dan wewenang dalam organisasi, serta Key Performance Indicator (KPI) untuk tim pelatihan dan Quality Assurance (QA).

BAB    VII      KPI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Bab ini mengemukakan tentang pembagian tugas, fungsi dan wewenang dalam organisasi, serta Key Performance Indicator (KPI) untuk tim pelatihan dan Quality Assurance (QA).

BAB    VIII     KPI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Bab ini mengemukakan tentang pembagian tugas, fungsi dan wewenang dalam organisasi, serta Key Performance Indicator (KPI) untuk tim pelatihan dan Quality Assurance (QA).

Posted on Leave a comment

Setup sistem manajemen pelatihan

Contoh video e-learning bagian pertama, tentang bagaimana memberikan nilai keunikan positif untuk pengembangan SDM Perusahaan dealer alat berat

 

Contoh video e-learning bagian kedua, tentang belajar pendekatan membuat berbagai metodologi pembelajaran, menggunakan Taksonomi Bloom, ditambah dengan beberapa pengertian mengenai KSA (Knowledge , Skill dan Attitude)

Posted on Leave a comment

Sistem Kontrol Telemetri

Layanan Set-up Teknologi “Hybrid” Untuk Manajemen Aset perawatan alat berat teknologi 1.0, 2.0, 3.0, 4.0 (Automasi data) dengan karakterisitik real time monitoring S.M.A.R.T data 

Kami Melayani dari teknologi paling dasar  hingga teknologi paling mutakhir yang berhubungan dengan manajemen aset, baik berupa operasional produksi dan perawatan alat-alat berat. Dengan perpaduan efektif antara tingginya pengalaman lapangan yang menuntut untuk mengetahui karakteristik peralatankultur lapangan dan analisa perhitungan komputasi yang akurat, maka KPI manajemen aset anda akan tetap terjaga dan sangat memudahkan untuk dilakukan pengembangan tambahan dan deep root analysis yang akurat dalam waktu yang cepat

  1. Layanan Se-tup teknologi “Hybrid” merupakan kombinasi, akuisisi data secara realtime monitoring  untuk beberapa aspek dan parameter tertentu dengan kegiatan Sampling data secara manual untuk parameter khusus yang tetap membutuhkan pendekatan kultural, geografis atau lainnya
  2. Pada tahap awal,  kami menggunakan Metodologi S.M.A.RT (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Timebound).
  3. Pada tahap Implementasi, kami menggunakan Metodologi P.D.C.A (Plan, Do, Check and Action​).
  4. Modul ini diperuntukan untuk pengembangan aset manajemen bagian produksi, operasional perawatan yang melibatkan Alat Alat berat termasuk kendaraan ringan, genset dll