Posted on Leave a comment

TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH

Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Kepala Sekolah berdasarkan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018. Mengacu pada Pasal 15 Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah, dinyatakan bahwa Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Kepala Sekolah adalah sebagai berikut:

1) Beban kerja Kepala Sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada Guru dan tenaga kependidikan.

2) Beban kerja Kepala Sekolah bertujuan untuk mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu sekolah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan .

3) Dalam hal terjadi kekurangan guru pada satuan pendidikan, Kepala Sekolah dapat melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan agar proses pembelajaran atau pembimbingan tetap berlangsung pada satuan pendidikan yang bersangkutan .

4) Kepala Sekolah yang melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan, tugas pembelajaran atau pembimbingan tersebut merupakan tugas tambahan di luar tu gas pokoknya .

5) Beban kerja bagi kepala sekolah yang ditempatkan di SILN selain melaksanakan beban kerja juga melaksanakan promosi kebudayaan Indonesia.

Sedangkan berdasarkan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah, Pasal 12 ayat  (4) menyatakan bahwa penilaian kinerja kepala sekolah meliputi:

  1. usaha pengembangan sekolah/ madrasah yang dilakukan  selama  menjabat kepala sekolah/madrasah;
  2. peningkatan  kualitas  sekolah/madrasah  berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan selama di bawah kepemimpinan yang bersangkutan; dan
  3. usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah.

Penilaian kinerja kepala sekolah dilaksanakan berdasarkan tupoksinya. Oleh sebab itu, Tugas Pokok Dan Fungsi Kepala Sekolah (tupoksi)  kepala  sekolah mengacu pada  tiga  (3)  butir  di  atas.  Tupoksi  kepala sekolah  juga  harus  mengacu  pada Permendiknas  Nomor 19  Tahun  2007 tentang standar  pengelolaan sekolah, meliputi  (1) perencanaan program,  (2) pelaksanaan rencana kerja, (3) pengawasan dan evaluasi, (4) kepemimpinan sekolah,  (5) sistem informasi sekolah.

  1. Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah (TUPOKSI)Sebagai Perencanaan Program
  2. Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan visi sekolah.
  3. Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan misi sekolah.
  4. Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan  tujuan sekolah.
  5. Membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
  6. Membuat perencanaan program induksi.
  7. Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah (TUPOKSI)Sebagai Pelaksanaan Rencana Kerja
  8. Menyusun pedoman kerja;
  9. Menyusun struktur organisasi sekolah;
  10. Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan sekolah per semester dan Tahunan;
  11. Menyusun pengelolaan kesiswaan yang meliputi:
  12. melaksanakan penerimaan peserta didik baru;
  13. memberikan layanan konseling kepada peserta didik;
  14. melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik;
  15. melakukan pembinaan prestasi unggulan;
  16. melakukan pelacakan terhadap alumni;
  17. Menyusun KTSP, kalender pendidikan, dan kegiatan pembelajaran;
  18. Mengelola  pendidik dan tenaga kependidikan;
  19. Mengelola sarana dan prasarana;
  20. Membimbing guru pemula;
  21. Mengelola  keuangan dan pembiayaan;
  22. Mengelola budaya dan lingkungan sekolah;
  23. Memberdayakan peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah;
  24. Melaksanakan program induksi.
  1. Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah (TUPOKSI)Sebagai Supervisor dan Evaluator
  2. Melaksanakan program supervisi.
  3. Melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
  4. Melaksanakan evaluasi dan pengembangan KT
  5. Mengevaluasi pendayagunaan pendidik dan te
  6. Menyiapkan kelengkapan akreditasi sekolah.
  1. Tugas Pokok Dan Fungsi Kepala Sekolah (TUPOKSI)Sebagai Kepemimpinan Sekolah

Kepala sekolah melaksanakan tugas kepemimpinan sebagai berikut.

  1. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu;
  2. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai;
  3. menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan sekolah/madrasah;
  4. membuat  rencana  kerja  strategis  dan  rencana  kerja  tahunan  untuk pelaksanaan peningkatan mutu;
  5. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah;
  6. melibatkan  guru,  komite  sekolah  dalam  pengambilan  keputusan  penting sekolah/madrasah.  Dalam  hal  sekolah/madrasah  swasta,  pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/madrasah;
  7. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat;
  8. menjaga  dan  meningkatkan  motivasi  kerja  pendidik  dan  tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik;
  9. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik;
  10. bertanggung  jawab  atas  perencanaan  partisipatif  mengenai  pelaksanaan kurikulum;
  11. melaksanakan  dan  merumuskan  program  supervisi,  serta  memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah;
  12. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya;
  13. memfasilitasi  pengembangan,  penyebarluasan,  dan  pelaksanaan  visi pembelajaran  yang  dikomunikasikan  dengan  baik  dan  didukung  oleh komunitas sekolah/madrasah;
  14. membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan;
  15. menjamin  manajemen  organisasi  dan  pengoperasian  sumber  daya sekolah/madrasah  untuk  menciptakan  lingkungan  belajar  yang  aman, sehat, efisien, dan efektif;
  16. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite  sekolah/madrasah  menanggapi  kepentingan  dan  kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya masyarakat;
  17. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab;
  18. mendelegasikan  sebagian  tugas  dan  kewenangan  kepada  wakil  kepala sekolah sesuai dengan bidangnya;
  19. merencanakan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di Sekolah/ Madrasah;
  20. menyiapkan Buku Pendoman Pelaksanaan Program Induksi di sekolah dan dokumen terkait  seperti KTSP, silabus, peraturan dan tata tertib sekolah baik bagi guru maupun bagi siswa, prosedur-prosedur P3K, prosedur keamanan sekolah;
  21. melakukan analisis kebutuhan guru pemula;
  22. menunjuk pembimbing dari guru yang dianggap layak (profesional)
  23. membuat surat keputusan pengangkatan guru menjadi  pembimbing bagi guru pemula;
  24. menjadi pembimbing, jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing;
  25. mengajukan  pembimbing  dari  satuan  pendidikan  lain  kepada  dinas pendidikan  terkait  jika  tidak  memiliki  pembimbing  dan  kepala  sekolah/madrasah tidak dapat menjadi pembimbing;
  26. memantau secara reguler proses pembimbingan dan perkembangan guru pemula;
  27. memantau kinerja guru pembimbing dalam melakukan  pembimbingan;
  28. melakukan observasi kegiatan mengajar yang dilakukan guru pemula  dan memberikan masukan untuk perbaikan;
  29. memberi penilaian kinerja kepada guru pemula;
  30. menyusun Laporan Hasil Penilaian Kinerja untuk disampaikan kepada Kepala Dinas  Pendidikan  dengan  mempertimbangkan  masukan  dan  saran  dari pembimbing,  pengawas  sekolah/  madrasah,  dan  memberikan  salinan laporan tersebut kepada guru  pemula;
  31. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya;
  32. memfasilitasi  pengembangan,  penyebarluasan,  dan  pelaksanaan  visi pembelajaran  yang  dikomunikasikan  dengan  baik  dan  didukung  oleh komunitas sekolah/madrasah;
  33. membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan;
  34. menjamin  manajemen  organisasi  dan  pengoperasian  sumber  daya sekolah/madrasah  untuk  menciptakan  lingkungan  belajar  yang  aman, sehat, efisien, dan efektif;
  35. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite  sekolah/madrasah  menanggapi  kepentingan  dan  kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya masyarakat;
  36. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab;
  37. mendelegasikan  sebagian  tugas  dan  kewenangan  kepada  wakil  kepala sekolah sesuai dengan bidangnya.
  1. Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah  (TUPOKSI)dalam Sistem Informasi Sekolah

Kepala sekolah, dalam sistem informasi sekolah perlu:

  1. menciptakan  atmosfer  akademik  yang  kondusif  dengan  membangun budaya  sekolah  untuk  menciptakan  suasana  yang  kompetitif  bagi  siswa, rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan, menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar, menumbuhkan kesadaran tentang arti penting kemajuan, dan menumbuhkan kedisiplinan tinggi;
  2. melakukan  penataan  tugas  dan  tanggung  jawab  yang  jelas  bagi  warga sekolah berbasis kinerja;
  3. menjalinan kerjasama dengan pihak lain;
  4. didukung oleh penerapan TIK dalam manajemen sekolah;
  5. didukung oleh kepemimpinan/manajerial yang kuat, dan memiliki tingkat sustainabilitas tinggi
  6. penguatan eksistensi lembaga dengan melakukan sosialisasi kepada semua pihak untuk memberikan informasi dan pemahaman yang sama sehingga sekolah/madrasah memperoleh dukungan secara maksimal;
  7. penguatan  manajemen  sekolah  dengan  melakukan  restrukturisasi  dan reorganisasi intern sekolah apabila dipandang perlu (tanpa mengubah atau bertentangan dengan peraturan yang ada) sebagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan potensi sekolah;
  8. melakukan penguatan kerjasama dengan membangun jaringan yang lebih luas  dengan  berbagai  pihak  baik  di  dalam  maupun  di  luar  negeri,  yang dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman (MoU);
  9. meminimalkan  masalah  yang  timbul  di  sekolah  melalui  penguatan  rasa kekeluargaan dan kebersamaan untuk memajukan sekolah;
  10. melakukan penguatan input sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas (perangkat keras dan lunak) manajemen sekolah, agar implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis TIK lebih efektif

Sumber: Kemendiknas. 2012. Buku kerja Kepala Sekolah. Jakarta: Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. Kemendiknas.

Posted on Leave a comment

UKG: Pengertian, Tujuan, Syarat, dan Contoh Soal

Apakah Bapak/Ibu pernah mengikuti UKG sebelumnya? Bagaimana kesan saat mengikuti UKG? Ternyata, tidak hanya siswa yang harus menempuh ujian kelulusan, tetapi guru juga harus menguji kompetensinya melalui UKG. Di artikel ini, Quipper Blog akan membahas tentang UKG.

Pengertian UKG

UKG atau Uji Kompetensi Guru adalah ujian bagi guru untuk mengukur kompetensi yang berkaitan dengan bidang studi dasar serta pedagogik yang menjadi ruang lingkup guru. Kompetensi pedagogik yang diujikan merupakan bentuk implementasi antara kompetensi pedagogik dan bidang studi guru saat mengajar di dalam kelas.

Tujuan Pelaksanaan UKG

Tujuan utama dilaksanakannya UKG adalah sebagai berikut.

  1. Memetakan tingkat kompetensi guru, misalnya kompetensi pedagogik dan profesional.
  2. Membina dan mengembangkan profesi guru sebagai tindak lanjut PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan).
  3. Sebagai langkah awal untuk seleksi mengikuti PPG (Pendidikan Profesi Guru).
  4. Mengontrol kinerja guru.

Kompetensi UKG

Kompetensi yang diujikan dalam UKG meliputi kompetensi pedagogik dan profesional (bidang studi Bapak/Ibu). Untuk penjabaran masing-masing kompetensi adalah sebagai berikut.

1. Kompetensi pedagogik

Standar kompetensi pedagogik meliputi:

  1. Mampu mengenali karakter dan potensi peserta didik;
  2. Memahami serta menguasai teori belajar dan prinsip pembelajaran yang efektif;
  3. Membuat rencana dan pengembangan kurikulum; dan
  4. Memberikan nilai dan melakukan evaluasi pada pembelajaran.

2. Kompetensi profesional

Standar kompetensi profesional meliputi:

  1. Kemampuan dalam menguasai materi, teori, struktur, konsep, serta pola pikir keilmuan untuk mengembangkan mata pelajaran yang diampu;
  2. Memberikan tindakan reflektif untuk mengembangkan keprofesian; dan
  3. Integrasi guru dalam menyampaikan materi dan tindakan dalam pembelajaran.

Syarat Peserta UKG 

Untuk mengikuti UKG, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu sebagai berikut.

  1. Guru yang belum sertifikasi atau belum memiliki sertifikat pendidik.
  2. Guru PNS dan bukan PNS (GTY) yang mengajar di sekolah swasta serta guru honorer yang mengabdi di sekolah negeri dengan pengangkatan dari Bupati/Walikota.
  3. Sudah memiliki NUPTK.
  4. Mata pelajaran yang diampu harus sesuai dengan kualifikasi akademik. Misalnya, Bapak/Ibu lulus dari Pendidikan Kimia, maka Bapak/Ibu harus mengampu mata pelajaran Kimia. Jika tidak linear, Bapak/Ibu tidak bisa mengikuti UKG.

Contoh Soal UKG

Contoh soal UKG kompetensi pedagogik

Contoh Soal 1

Untuk membimbing siswa dalam mengembangkan keterampilan sosial, salah satu upaya yang bisa dilakukan guru adalah….

  1. Mencontohkan bahwa sikap toleran itu penting.
  2. Membiasakan siswa untuk mulai membuat keputusan berdasarkan informasi yang akurat.
  3. Melatih siswa mempersiapkan kesehatan untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar.
  4. Mengadakan diskusi untuk menyelesaikan masalah sosial yang terjadi di lingkungan.

Contoh Soal 2

Guru selalu berupaya untuk melaksanakan langkah perbaikan  pembelajaran yang ada di dalam Penelitian Tindakan Kelas. Salah satu upaya guru yang bisa dilakukan adalah….

  1. Introspeksi atas kekurangan atau kelemahan yang masih ada pada guru.
  2. Mengupayakan latihan dalam mengerjakan soal-soal ujian.
  3. Mengadakan evaluasi rancangan untuk mengatasi kekurangan atau kelemahan selama proses pembelajaran.
  4. Memastikan jika selama ini ada permasalahan yang timbul saat proses pembelajaran.

Contoh Soal 3

Salah satu prinsip yang harus diterapkan guru dalam membuat program remedial terlihat saat….

  1. Merancang pembelajaran yang dikhususkan bagi peserta remidial.
  2. Memanfaatkan rancangan pembelajaran yang telah disusun dengan tetap memperhatikan analisis evaluasi belajar siswa.
  3. Membuat rancangan pembelajaran yang berbeda dengan rancangan sebelumnya.
  4. Mengadakan tes ulang tanpa disertai penjelasan materi lagi.

Contoh Soal 4

Sebagai guru SD, Bu Rasti selalu berusaha memahami dan mencari tahu karakter para peserta didiknya. Hal itu karena dengan memahami karakter setiap peserta didik, Bu Rasti bisa memetakan capaian prestasi masing-masing peserta didik. Gambaran tersebut merupakan deskripsi dari konsep….

  1. masukan dasar (raw input) PBM
  2. merencanakan PBM
  3. masukan sarana (instrumental input) PBM
  4. masukan lingkungan (environmental input) PBM

Contoh Soal 5

Jika Bapak/Ibu menemukan kesulitan belajar yang dialami siswa karena pola belajarnya salah, hal yang akan Bapak/Ibu lakukan adalah….

  1. Menunjukkan dampak yang ditimbulkan karena pola belajar yang salah terhadap kemajuan prestasi.
  2. Memberikan kesempatan agar siswa tersebut mau mendiskusikan aspirasi rasionalnya.
  3. Menciptakan hubungan sosial yang kondusif antara guru dan siswa maupun antarsiswa di dalam kelas.
  4. Memberikan kesempatan agar siswa tersebut bisa mendapatkan pengalaman menyenangkan, sehingga bisa meraih kesuksesan meskipun prestasinya minimal.

Contoh soal kompetensi profesional (IPA)

Contoh Soal 1

Pak Agun memiliki sebuah pipa berongga yang diameter dalam dan luarnya berturut-turut 1,6 mm dan 2,1 mm. Alat yang bisa digunakan Pak Agun untuk mengukur diameter dalam pipa tersebut adalah….

  1. mistar
  2. stopwatch
  3. jangka sorong
  4. mikrometer sekrup

Contoh Soal 2

Anggi mengukur diameter lingkaran dan diperoleh hasil 8,5 cm. Jika ditulis dengan aturan angka penting, keliling lingkaran Anggi adalah….

  1. 267 cm
  2. 26,7 cm
  3. 2,67 cm
  4. 0,267 cm

Contoh Soal 3

Jika diperhatikan, tidak ada individu yang memiliki karakter, ciri, dan watak identik satu sama lain. Meskipun individu tersebut berada di spesies yang sama. Keadaan ini menunjukkan adanya keanekaragaman hayati di tingkat….

  1. gen
  2. jenis
  3. populasi
  4. ekosistem

Contoh Soal 4

Perbedaan antara organisme prokariotik dan eukariotik didasarkan pada….

  1. kerigidan dinding selnya
  2. peran ribosom dalam proses sintesis protein
  3. membran internal di dalam sel
  4. materi genetik di dalam DNA

Contoh Soal 5

Suatu zat berupa padatan kristal dan manis dicampur dengan zat lain yang wujudnya cair, bening, dan tidak berasa. Campuran antara kedua zat tersebut menghasilkan materi yang wujudnya cair, merata, dan manis. Materi yang dimaksud adalah….

  1. unsur
  2. koloid
  3. larutan
  4. senyawa

Dari pembahasan di atas, apakah Bapak/Ibu sudah memiliki gambaran tentang UKG? Pada dasarnya, UKG merupakan salah satu cara pemerintah untuk menghasilkan tenaga pendidik yang benar-benar kompeten.

Semoga artikel tentang UKG ini bisa bermanfaat buat Bapak/Ibu. Tetap semangat dan sehat. Simak informasi lainnya terkait dunia pendidikan hanya di Quipper Blog. Salam Quipper!

[spoiler title=SUMBER]

  • academia.edu/
  • Pedoman UKG 2013: docs.google.com/
  • id.wikipedia.org/
  • smpn281jakarta.sch.id/[/spoiler]
Posted on Leave a comment

4 Standar Kompetensi Guru: Guru & Calon Guru Wajib Tahu!

DA 4 STANDAR KOMPETENSI GURU: GURU & CALON GURU WAJIB TAHU!

Guru adalah pilar pendidikan. Keberhasilan pendidikan di suatu negara sangat dipengaruhi peran strategis para guru. Maka dari itu, seiring berkembangnya zaman, kompetensi guru harus terus ditingkatkan.

Guru memiliki beban tugas yang sangat berat, tidak hanya bertanggung jawab kepada para anak didiknya, tapi juga pada negara. Guru bahkan memiliki peran sentral dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Hal yang Wajib Dimiliki Guru

Pada UU No. 14 Th. 2005 Pasal 8, dituliskan beberapa hal yang wajib dimiliki oleh guru dan juga dosen, yaitu:

  • Kualifikasi Akademik, minimal lulus jenjang pendidikan Sarjana atau Diploma 4.
  • Kompetensi, yang akan ditekankan lagi pada saat pendidikan profesi guru.
  • Sertifikat Pendidik, diberikan setelah melaksanakan sertifikasi guru dan dinyatakan sudah bisa memenuhi standar profesional.
  • Sehat Secara Jasmani dan Rohani.
  • Memiliki Kemampuan, untuk mendukung terwujudnya Tujuan Pendidikan Nasional.

Standar Kompetensi yang Wajib Dimiliki Guru

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, guru harus memiliki kompetensi yang akan menunjang tugas profesionalnya. Berdasarkan UU, ada 4 kompetensi yang wajib dimiliki seorang guru, yaitu:

1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi Pedagogik Guru adalah kemampuan atau keterampilan guru yang bisa mengelola suatu proses pembelajaran atau interaksi belajar mengajar dengan peserta didik.

Setidaknya ada 7 aspek dalam kompetensi Pedagogik yang harus dikuasai, yaitu:

  • Karakteristik para peserta didik. Dari informasi mengenai karakteristik peserta didik, guru harus bisa menyesuaikan diri untuk membantu pembelajaran pada tiap-tiap peserta didik. Karakteristik yang perlu dilihat meliputi aspek intelektual, emosional, sosial, moral, fisik, dll.
  • Teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik. Guru harus bisa menerangkan teori pelajaran secara jelas pada peserta didik. Menggunakan pendekatan tertentu dengan menerapkan strategi, teknik atau metode yang kreatif.
  • Pengembangan kurikulum. Guru harus bisa menyusun silabus dan RPP sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan. Mengembangkan kurikulum mengacu pada relevansi, efisiensi, efektivitas, kontinuitas, integritas, dan fleksibilitas.
  • Pembelajaran yang mendidik. Guru tidak sekedar menyampaikan materi pelajaran, namun juga melakukan pendampingan. Materi pelajaran dan sumber materi harus bisa dioptimalkan untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Pengembangan potensi para peserta didik. Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda-beda. Guru harus mampu menganalisis hal tersebut dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai, supaya setiap peserta didik bisa mengaktualisasikan potensinya.
  • Cara berkomunikasi. Sebagai guru harus bisa berkomunikasi dengan efektif saat menyampaikan pengajaran. Guru juga harus berkomunikasi dengan santun dan penuh empati pada peserta didik.
  • Penilaian dan evaluasi belajar. Penilaiannya meliputi hasil dan proses belajar. Dilakukan secara berkesinambungan. Evaluasi terhadap efektivitas pembelajaran juga harus bisa dilakukan.

Kompetensi Pedagogik bisa diperoleh melalui proses belajar masing-masing guru secara terus menerus dan tersistematis, baik sebelum menjadi guru maupun setelah menjadi guru.

2. Kompetensi Kepribadian

Kompetensi Kepribadian berkaitan dengan karakter personal. Ada indikator yang mencerminkan kepribadian positif seorang guru yaitu: supel, sabar, disiplin, jujur, rendah hati, berwibawa, santun, empati, ikhlas, berakhlak mulia, bertindak sesuai norma sosial & hukum, dll.

Kepribadian positif wajib dimiliki seorang guru karena para guru harus bisa jadi teladan bagi para siswanya. Selain itu, guru juga harus mampu mendidik para siswanya supaya memiliki attitude yang baik.

3. Kompetensi Profesional

Kompetensi Profesional Guru adalah kemampuan atau keterampilan yang wajib dimiliki supaya tugas-tugas keguruan bisa diselesaikan dengan baik.

Keterampilannya berkaitan dengan hal-hal yang cukup teknis, dan akan berkaitan langsung dengan kinerja guru. Adapun indikator Kompetensi Profesional Guru diantaranya adalah:

  • Menguasai materi pelajaran yang diampu, berikut struktur, konsep, dan pola pikir keilmuannya.
  • Menguasai Standar Kompetensi (SK) pelajaran, Kompetensi Dasar (KD) pelajaran, dan tujuan pembelajaran dari suatu pelajaran yang diampu.
  • Mampu mengembangkan materi pelajaran dengan kreatif sehingga bisa memberi pengetahuan dengan lebih luas dan mendalam bagi peserta didik.
  • Mampu bertindak reflektif demi mengembangkan keprofesionalan secara kontinu.
  • Mampu memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam proses pembelajaran dan juga pengembangan diri.

Dengan menguasai kemampuan dan keahlian khusus seperti yang sudah dijelaskan di atas, diharapkan fungsi dan tugas guru bisa dilaksanakan dengan baik.

Dengan demikian, guru mampu membimbing seluruh peserta didiknya untuk mencapai standar kompetensi yang sudah ditentukan dalam Standar Nasional Pendidikan.

4. Kompetensi Sosial

Kompetensi Sosial berkaitan dengan keterampilan komunikasi, bersikap dan berinteraksi secara umum, baik itu dengan peserta didik, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, hingga masyarakat secara luas.

Indikator dari Kompetensi Sosial Guru diantaranya:

  • Mampu bersikap inklusif, objektif, dan tidak melakukan diskriminasi terkait latar belakang seseorang, baik itu berkaitan dengan kondisi fisik, status sosial, jenis kelamin, ras, latar belakang keluarga, dll.
  • Mampu berkomunikasi dengan efektif, menggunakan bahasa yang santun dan empatik.
  • Mampu berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan.
  • Mampu beradaptasi dan menjalankan tugas sebagai guru di berbagai lingkungan dengan bermacam-macam ciri sosial budaya masing-masing.

Uji Kompetensi Guru

Sebagai tolak ukur kompetensi dari tiap-tiap guru, maka negara melalui Kemendikbud menyelenggarakan Uji Kompetensi Guru. Kegiatan tersebut menguji Kompetensi Pedagogik dan Profesional atau Subject Matter.

Hasil dari UKG akan menunjukan peta penguasaan kompetensi guru. Peta penguasaan tersebut kemudian bisa digunakan oleh pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam menjalankan program pembinaan dan pengembangan profesi guru.

Guru yang berhasil lulus UKG kemudian bisa mendapat Sertifikat Pendidik.

Lembaga pendidikan bisa membantu setiap guru yang ada di bawah naungannya untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajaran. Lembaga pendidikan bisa menyelenggarakan pelatihan terstruktur yang diselenggarakan secara mandiri.

Masalah dana tidak akan jadi masalah karena Pintek siap memberi solusi. Pintek dengan produk pinjaman khusus institusi pendidikan bisa menyediakan dana yang bisa digunakan untuk menyelenggarakan pelatihan tersebut.

Untuk mendapat informasi lengkap, Anda bisa menghubungi tim Pintek melalui contact person yang tertera di website.

Kompetensi Guru di Indonesia terus didorong demi tercapainya Standar Pendidikan Nasional. Guru yang berkualitas bisa menciptakan SDM berkualitas juga. Hal ini tidak bisa dibebankan sepenuhnya pada guru, setiap pihak harus bisa sama-sama mengusahakannya.

Posted on Leave a comment

Perjalanan Evanto Saya.

Komunitas evanto mendukung semua platform media dalam menyampaikan ide dan bahkan mendramatisir sebuah ide. Peralatan ini, sangat memungkinkan bagi para pendidik untuk digunakan sebagai media pembelajaran bagi para siswa ke arah yang jauh lebih baik dan positif. Dikarenakan perkembangan teknologi yang tidak dapat dibendung, maka kita sebagai guru atau instruktur harus mampu mengendalikannya. Analogi Teknologi digital yang sering disebut dengan digital paradok, diibaratkan sebagai “pedang tajam yang bermata dua”, oleh karena itu kita harus mengenal minimal dua kategori pesan atau informasi dalam ilmu komunikasi, sebagai berikut :

  1. Elaborasi Ide melalui gambar dan video untuk menyamakan visi
3D Modeling oleh PT. Arif Mulia Mandiri , Model dan Sponsor oleh PT. SAKAI Sales & Services Asia, Lagu Bandung , Jawa barat dalam bahasa Indonesia oleh KABUMI UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Seorang guru atau instruktur cerdas pernah berkata, bahwa sebuah gambar atau video dapat mewakili kumpulan ide yang terdapat dari berjuta halaman presentasi, mengantarkan para penikmat seni dan teknologi kepada mimpi atau tujuan yang sama. Perbedaan ide, pendapat, dan sudut pandang menjadi lebih mudah diselesaikan dengan elaborasi yang menarik dan penuh keindahan.

  1. Teks dan suara memberikan kemerdekaan imajinasi yang tak terbatas bagi para pembaca
Audi Text by Microsoft Voice, Konspe Materi Oleh Zainal Aripin dan Uwon Suwondo

meskipun gambar dan video memiliki keindahan yang sangat unik , menarik dan mudah untuk disepakati oleh para penonton, terdapat kontradiksi yang sama besar keindahannya dari sebuah karya tulis, yang memiliki kekuatan dalam menggiring opini para pembaca, sehingga para pembaca memiliki opsi yang sangat terbuka, merdeka dan liar dalam menerjamahkan sebuah pesan yang terdapat dalam karya tulis. Penyimpulan makna atau pesan yang terkandung dalam teks tergantung pada tingkat pemahaman, karakter atau kepribadian dari pembaca. Kelebihan dari penyampaian pesan melalui teks merupakan kekurangannya itu sendiri.

Demikian artikel sederhana ini saya tulis, semoga bermanfaat.

Zainal Aripin, S.Pd

Alih bahasa Inggris

My Evanto Journey.
The evanto community supports all media platforms in conveying ideas and even dramatizing an idea. This equipment is very possible for educators to be used as learning media for students in a much better and positive direction. Due to the unstoppable development of technology, we as teachers or instructors must be able to control it. Analogy Digital technology, which is often referred to as the digital paradox, is likened to a “sharpened double-edged sword”, therefore we must recognize at least two categories of messages or information in communication science, as follows:

  1. Elaboration of ideas through pictures and videos to share the vision
    An intelligent teacher or instructor once said, that an image or video can represent a collection of ideas contained from millions of pages of presentations, leading art and technology connoisseurs to the same dream or goal. Differences in ideas, opinions, and points of view become more easily resolved with interesting and beautiful elaborations.
  2. Text and sound give readers unlimited freedom of imagination
    although pictures and videos have a very unique beauty, are attractive and easy for the audience to agree on, there are contradictions that are as great as the beauty of a written work, which has the power to lead readers’ opinions, so that readers have very open, independent and wild in translating a message contained in the paper. The conclusion of the meaning or message contained in the text depends on the level of understanding, character or personality of the reader. The advantages of delivering messages via text is a drawback itself.

Thus this simple article I wrote, may be useful.
Zainal Aripin, S.Pd

Posted on Leave a comment

DAUR ULANG SAMPAH TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK MENDUKUNG METODE KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PAUD


RENCANA KERJA PENILIK MATRIX TAHUNAN & TRIWULAN

Uwon Suwondo, S.Sos., MM.

PENILIK CILEUNYI-JABAR

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) digital yang semakin pesat, dengan media yang bersifat multiplatform, sehingga mampu menembus batas ruang dan waktu, seyogyanya harus dapat dipergunakan dengan efektif dan efisien bagi seluruh pelaksana KBM (Kegiatan Belajar mengajar) dari mulai lapisan tingkat pusat, peserta didik, hingga orang tua murid yang saat pandemi ini terlibat secara langsung dalam proses KBM.

Secara ideal, seharusnya semua peluang diatas dapat dipergunakan oleh pelaksana KBM untuk mendominasi minat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran, akan tetapi aktualnya dampak negatif perkembangan TIK digital ini seperti pedang bermata dua.

Trending penggunaan media digital di era pandemi, cenderung dipergunakan oleh sebagian anak anak untuk aktivitas non produktif, sebagai contoh deviasi kegiatan anak yang terjadi pada jam belajar adalah :

  1. Menonton orang lain yang sedang bermain berbagai jenis game, baik ofline ataupun online
  2. Bermain berbagai jenis permainan digital
  3. Menonton media pembelajaran yang bersifat acak dan tidak terstruktur dengan baik
  4. Menonton tontonan lainnya

Minat dan motivasi anak dalam belajar, perlu diberikan stimulus lanjutan, pembanding model pembelajaran lain, dan strategi khusus untuk menyeimbangkan dan mengalihkan konsentrasi permainan, kedalam kondisi belajar anak yang dapat dikemas dalam bentuk yang lebih menyenangkan.

Untuk menjawab tantangan diatas, kita tidak mesti berpikir jauh untuk membuat sebuah teknologi pembelajaran yang selalu berorientasi atau mengejar pada teknologi yang mutakhir, sehingga menimbulkan biaya produksi yang sangat mahal dan memakan waktu yang cukup lama. Fokus kita adalah kepada asas kemanfaatan dan pemberdayaan teknologi yang umum dan non premium, serta sudah tersedia di pasaran, namun dapat diserap dengan baik  dan digunakan oleh para pengajar dengan maksimal.

Dengan melakukan pendekatan gabungan antara aspek sosilogis dengan metode pembelajaran digital, meskipun dengan menggunakan teknologi usang atau non premium, para pengajar tetap dapat dengan mudah memanfaatkan teknologi tersebut secara komprehensif. Pola pengajar yang dulu hanya mampu menyampaikan bahan ajar dan melakukan tugas pokok secara konvensional, saat ini dapat terlengkapi dan bergeser dengan positif menjadi pengajar dan pengembang bahan ajar atau bahkan developer Aplikasi .

Untuk menjawab tantangan dan peluang tersebut, saya sebagai penilik membuat sebuah solusi dengan membuat rencana kerja tahunan dengan tema ”Daur Ulang Sampah Teknologi Digital Untuk Mendukung Metode Kegiatan Belajar Mengajar PAUD” yang diharapkan dapat memberikan pola organisasi dan kombinasi yang seimbang antara peran aktif pelaksana KBM, TIK dan peserta didik dengan pemanfaatan TIK Digital non premium.

Minimal ada tujuh aspek yang dapat kita kaji lebih dalam, sekaligus memanfaatkan berbagai peluang yang sudah tersedia, yaitu :

  1. Potensi Guru : Guru PAUD yang sudah memiliki kemampuan dan bakat khusus dalam memberikan KBM bagi usia anak, tentunya sudah terlatih dalam menghadapi keragaman karakter peserta didik untuk mencapai kondisi pembelajaran anak yang menyenangkan, tidak dalam tekanan dan tuntutan berlebihan, diharapkan dapat membuat dan memberikan konten digital yang cocok bagi peserta didiknya.
  2. Peran Penilik : Sebagai pengendali mutu pendidikan dan evaluasi dampak, dapat memberikan dukungan secara luwes sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya
  3. Infrastruktur Digital :  Sangat tersebar dengan murah dan tidak berbayar, contoh : google, website dan Youtube
  4. Aplikasi Pembelajaran : Microsoft Office, e-learning dan android
  5. Media pembelajaran : Laptop, Proyektor, telepon genggam dan lainnya
  6. Minat dan bakat Peserta didik : Trending anak usia dini yang sudah mengenal teknologi atau pengguna akhir media digital, bahkan tanpa perantara dan belajar otodidak
  7. Potensi Orang Tua Murid : Terlatih dikarenakan kondisi pandemi yang dituntut untuk menggantikan peran Guru sementara, sehingga dapat dibina sebagai pembimbing belajar dalam penggunaan produk pembelajaran digital

Dengan poin poin yang telah diuraikan diatas, maka penilik dituntut untuk menyediakan perencanaan yang akurat dengan strategi yang tepat, sebelum melaksanakan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program di wilayah kerjanya. Tanpa adanya perencanaan yang matang, jelas, teratur dan terukur, penilik tidak mungkin dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan profesional.

B.DASAR HUKUM

Aspek legal atau dasar hukum, merupakan dukungan yang sangat penting bagi penilik untuk berperan aktif dalam organisasi KBM sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya, adapun yang menjadi dasar hukum bagi penilik adalah :

  1. peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Penilik dan Angka Kreditnya.
  2. Pasal 4 tentang tugas pokok Penilik adalah Melaksanakan Kegiatan Pengendalian Mutu dan Evaluasi Dampak Program PAUD. Pasal 5 Jenis Penilik berdasarkan bidang tugasnya terdiri atas Penilik PAUD, Penilik Pendidikan Kesetaraan dan Keaksaraan, serta Penilik Kursus.
  3. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 02/III/PB/2011, Nomor 7 Tahun 2011, tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penilik dan Angka Kreditnya.
  4. Undang-UndangNomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55), Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);
  5. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1994 Tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121);
  7.  PP Nomor19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Nomor 41, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);
  8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58 tahun 2009, tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD);
  9. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Penilik dan Angka Kreditnya.
  10.  Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 02/III/PB/2011, Nomor 7 Tahun 2011, tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penilik dan Angka Kreditnya:
  11. Permendikbud NO .38.Thn 2021 tentang petunjuk teknis jabatan fungsional dan angka kreditnya

C. TUJUAN

Rencana Kerja Tahunan Penilik dengan tema ”Daur Ulang Sampah Teknologi Digital Untuk Mendukung Metode Kegiatan Belajar Mengajar Paud”memiliki tujuan sebegai berikut :

1.     Tujuan Umum:

Memberikan gambaran atau deskripsi secara menyeluruh tentang strategi apa, bagaimana, kapan, dimana, dan oleh siapa pelaksanaan kegiatan Program PAUD dilaksanakan, serta sebagai dasar acuan bagi penilik dalam melaksanakan tugas kepenilikan khususnya Program PAUD Cileunyi Kabupaten Bandung

2.     Tujuan Khusus:

  1. Sebagai dasar Pelaksanaan kegiatan pengendalian mutu program PAUD khususnya program Penilik yang mencakup , Perencanaan Program, Pelaksanaan pemantauan, Pelaksanaan Penilaian, Pelaksanaan Pembimbingan dan Pembinaan, Penyusunan Laporan Program PAUD.
  2. Evaluasi dampak program yang mencakup, Penyusunan Rancangan/desain, penyusunan instrumen, pelaksanaan dan penyusunan laporan dan presentasi hasil evaluasi dampak program PAUD.

D.    HASIL YANG DIHARAPKAN

Setelah tersusunnya Rencana Kerja Tahunan Penilik PAUD Cileunyi ,Kabupaten Bandung tahun 2021, hasil yang diharapkan adalah:

  1. Penilik dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal sehingga mampu berperan sebagai Pengendali Mutu dan Evaluasi Dampak Program PAUD.
  2. Memperoleh kepastian hasil kepenilikan Program PAUD yang berkualitas, teratur dan terukur sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM)  jenis Penilik Kesetaraan dan Keaksaraan, Pendidikan Anak Usia Dini dan Kursus.
  3. Meningkatkan kompetensi penilik PNFI dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional.

BAB II

PERENCANAAN

Untuk melaksanakan pemantauan dan evaluasi program Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUD) yang mencakup sasaran program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Program Kegiatan Kesetaraan, Keaksaraan, dan Program Pelatihan / Kursus yang dilaksanakan di kecamatan Cileunyi di wilayah Kabupaten Bandung mencakup beberapa langkah kegiatan,  dimulai dari perencanaan, pemantauan, pembinaan dan evaluasi.

Teknik yang dilakukan menggunakan metoda partisipatif melalui wawancara dan isian instrumen yang diawali dengan identifikasi data identitas lembaga PAUD dan komponen-komponen penunjang proses pembelajaran sebagai data sasaran program.

Kegiatan penilikan dilaksanakan sesuai dengan program induk penilikan yang  telah disusun sebelumnya, yaitu melalui tahapan sebagai berikut  :

A.    Perencanaan Program Pengendalian Mutu

Program pengendalian mutu dituangkan dalam

  • Rencana Kerja Tahunan (Matriks Terlampir)
  • Rencana Triwulan (Matriks Terlampir)

B.     Melaksanakan Pemantauan

Pemantauan dilaksanakan melalui supervisi manajerial dan supervisi akademik dengan sasaran pada pengelola dan tenaga pendidik lembaga penyelenggara Pendidikan Non Formal, baik mengenai kelembagaan maupun pelaksanaan programnya sehingga diperoleh data yang diperlukan sebagai bahan pertimbangan untuk melaksanakan pembinaan. Proses pelaksanaan pemantauan dilakukan melalui tahap  :

1.     Perencanaan

Yaitu proses merancang/menyusun perencanaan program pemantauan sesuai dengan sasaran, meliputi persiapan penyediaan kelengkapan instrument pemantauan, dan pembuatan jadwal pelaksanaan pemantauan.

2.     Pengorganisasian

Sebelum kegiatan pemantauan ke lapangan dilaksanakan, terlebih dahulu diadakan pertemuan dengan pengelola satuan lembaga Pendidikan Non Formal (PNF) dalam rangka mensosialisasikan rencana kegiatan pemantauan dan evaluasi program. Selanjutnya Jadwal pelaksanaan Pemantauan yang telah dibuat disampaikan kepada pengelola

3.     Pelaksanaan

Pelaksanaan pemantauan di masing-masing kecamatan dilaksanakan mulai bulan Januari hingga Desember 2021. substansi pemantauan adalah supervisi manajerial yaitu Standar pengelolaan, dengan sasaran pengelola lembaga satuan PAUD . Hasil pemantauan dianalisa dan didapatkan data sasaran dari masing-masing pengelola satuan PAUD ,  Data yang diperoleh dari hasil pemantauan kemudian dituangkan dalam bentuk tabulasi data.

C.    Melaksanakan Pembinaan

Pembinaan diberikan secara individu maupun kelompok kepada :

1.   Tenaga  Pendidik (Pendidik PAUD, Tutor, dan Nara Sumber Teknis), meliputi :

  • Penyusunan Perencanaan Mengajar
  • Metode dan strategi pembelajaran
  • Teknik penilaian / Evaluasi pembelajaran

2.   Tenaga Kependidikan (Pengelola/Penyelenggara) mengenai manajemen pendidikan non formal, mengacu pada   pemenuhan 8 (delapan) standar pendidikan nasional

D.    Melaksanakan Penilaian

Penilaian dilakukan dalam rangka mengetahui perkembangan pelaksanaan program PNF yang ada di wilayah binaan masing-masing, melalui tahapan

  1.      Membuat instrumen penilaian / Evaluasi
    1. Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan
    2. Kinerja satuan pendidikan non formal
  2. Melaksanakan Penilaian / Evaluasi
    1. Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan
    2. Kinerja satuan pendidikan non formal
    3. Dampak pelaksanaan program

E.     Membuat Laporan Hasil Penilikan

Laporan hasil penilikan merupakan laporan pelaksanaan kegiatan penilik PNF tentang keberhasilan pelaksanaan program, hambatan pelaksanaan program selama setahun.

F.     SASARAN :

Sasaran kegiatan penilikan Pendidikan Non Formal (PNF) adalah lembaga atau penyelenggara program PNF yang meliputi  :

Program Pendidikan Anak Usia Dini yang diselenggarakan oleh PAUD Non Formal, meliputi Taman Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB) dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) wilayah Cileunyi, kabupaten Bandung

G.     WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Waktu dan tempat pelaksanaan bulan Januari sampai dengan Desember 2021 (Matriks Kegiatan terlampir)

H.   LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN :

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penyusunan rencana Kerja Tahunan Penilik PNFI dapat diuraikan sebagai  berikut:

  • Membentuk tim penyusun Rencana Kegiatan Cileunyi, Kabupaten Bandung dari seorang ketua, Sekretaris dan anggota (melibatkan seluruh penilik);
  • Mengkaji hasil penilaian tahun lalu dan menganalis data permasalahan terkait dengan rencana tahun berjalan;
  • Menyusun skala prioritas program;
  • Mempresentasikan draf rencana kerja yang dihadiri oleh penilik dan pejabat terkait;
  • Menyempurnakan draf rencana kerja berdasarkan masukan hasil presentasi;
  • Menetapkan rencana kerja tahunan tingkat kabupaten untuk mendapat pengesahan pejabat yang berwenang.

I.      SUMBER DANA

Dana yang digunakan dalam Penyusunan Rencana KerjaTahunan Program PNFI bersumber dari :

a.    APBD  Administrasi Kabupaten Bandung kerjasama dengan program Kasi PNFI

b.    Swadana.

BAB III

ANALISA DATA & MATRIKS RENCANA KERJA

TAHUN 2021

A.   DATA LEMBAGA PAUD DI CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG

Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada umumnya diselenggarakan oleh yayasan lembaga pendidikan.  Dalam pelaksanaannya proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan dari pagi sampai siang hari.

Dalam hal pembiayaan penyelenggaraan program PAUD pada umumnya dilakukan oleh yayasan.  Sedangkan bantuan BOP, indoor dan outdoor masih berjalan. Kurikulum sudah mengacu pada kurukulum 13 dan KTSP.

B.  1 MATRIKS RENCANA KERJA TAHUNAN

RENCANA TAHUNAN

MATRIK PERENCANAAN PENGENDALIAN MUTU

PROGRAM KEPENILIKAN TAHUN 2021

KECAMATAN     : CILEUNYI

KOTA/KAB          : KABUPATEN BANDUNG

PROGRAM          : PAUD

No Kegiatan Uraian Kegiatan Sasaran Kegiatan Lembaga Sasaran Indikator  Hasil Kinerja Waktu Ket
1 Menyusun rencana tahunan pengendalian mutu Mempelajari program kerja tahun lalu , menginventarisasi program yg belum terealisasi dan dimasukan  dlm rencana program kerja 2021 Pendidik, Tenaga Kependidikan,Sarana prasarana, dan keuangan serta administrasi Lembaga PAUD Program Kerja Penilik 2021 Janari 2021  
2 Menyusun rencana kerja triwulan pengendalian PAUD; Mempelajari program kerja penilik 2021 membagi dalam sasaran triwulan Pendidik, Tenaga Kependidikan,Sarana prasarana, dan keuangan serta administrasi Lembaga PAUD Program Kerja Triwulan I,II,III, dan IV Februari 2021  
3 Membuat instrumen pemantauan dan evaluasi program PAUD a)    Membuat instrumen, Ujicoba Instrumen, dan Memperbaiki instrumen hasil  ujicoba Pendidik, Tenaga Kependidikan,Sarana prasarana, dan keuangan serta administrasi Lembaga PAUD Instrumen pemantauan dan evaluasi Maret 2021  
4 Mengumpulkan data pemantauan pelaksanaan program PAUD Melakukan Supervisi  dan Monitoring Pendidik, Tenaga Kependidikan,Sarana prasarana, dan keuangan serta administrasi Lembaga PAUD Data hasil pemantauan dan evaluasi April – Juni 2021  
5 Menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan program PAUD Melakukan evaluasi dan analisis Pendidik, Tenaga Kependidikan,Sarana prasarana, dan keuangan serta administrasi Lembaga PAUD Data hasil evaluasi dan analisis Juni – Agustus 2021  
No Kegiatan Uraian Kegiatan Sasaran Kegiatan Lembaga Sasaran Indikator  Hasil Kinerja Waktu Ket
6 Membuat desain diskusi terfokus hasil pemantauan dan Evaluasi a)    Dari Hasil analisis pemantauan menetapkan  pendidik/tenaga kependidikan sebagai  obyek diskusi terfokus Membuat kisi-kisi desain diskusi terfokus c)     Membuat desain diskusi terfokus Pendidik, Tenaga Kependidikan   Desain Diskusi Terfokus Kurun waktu Awal Juli 2021  
7 Melaksanakan diskusi terfokus hasil pemantauan dan evaluasi a)      Mempersiapkan bahan diskusi b)      Melaksanakan diskusi c)       Memberikan rekomendasi hasil diskusi Pendidik, Tenaga Kependidikan   Rekomendasi  Saran Perbaikan kepada pendidik, tenaga kependidikan Kurun waktu akhir Juli 2021  
8 Menyusun laporan hasil pemantauan dan evaluasi a)      Mengumpulkan hasil pemantauan b)      Menyusun laporan hasil pemantauan Kegiatan pemantauan dan evaluasi Lembaga PAUD Laporan hasil  pemantauan dan evaluasi Agustus – September 2021  
9 Membuat instrumen penilaian program pada Paud berdasarkan standar pendidikan; a)      Membuat instrumen, b)       Ujicoba Instrumen, dan   c)       Memperbaiki instrumen hasil ujicoba KB, TPA, SPS, dan sejenis Lembaga PAUD Instrumen penilaian September 2021  
10 Melaksanakan, menganalisis, dan melaporkan hasil penilaian program Paud; a)      Melakukan analisis hasil monev,  supervisi dan pembinaan b)      Menyusun laporan hasil monev, supervisi dan pembinaan Kegiatan Monev, Supervisi  dan pembinaan Lembaga PAUD Laporan Analisis Evaluasi Satuan Program PAUD Oktober 2021  
No Kegiatan Uraian Kegiatan Sasaran Kegiatan Lembaga Sasaran Indikator  Hasil Kinerja Waktu Ket
11 Melakukan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga       kependidikan berdasarkan standar pendidikan a)      Hasil analisis supervisi dan pembinaan b)      Menetapkan  pendidik dan tenaga kependidikan yang berdasarkan norma tertentu dipandang perlu diberikan pembimbingan dan pembinaan Meningkatkan kemampuan dalam bidang : pedagogic, kurikulum, pengasuhan anak, dll Lembaga PAUD Pendidik dan Tenaga Kependidikan meningkat kemampuannya Nopember 2021  
12 Menyusun laporan triwulan; Mengkompilasi laporan bulan kepenilikan sebagai bahan penyusunan laporan Data yang terkumpul selama 3 bulan   Laporan Triwulan MARET 2021- JUNI 2021-SEPTEMBER 2021-DESEMBER 2021  
13 Menyusun laporan tahunan Mengkompilasi laporan triwulan kepenilikan sebagai bahan penyusunan laporan Data yang terkumpul selama 1 tahun   Laporan Tahun 2021 DESEMBER 2021  

B.  2 MATRIKS RENCANA KERJA TRIWULAN

MATRIK PERENCANAAN PENGENDALIAN MUTU

PROGRAM KEPENILIKAN TRI WULAN  JANUARI SD MARET

TAHUN 2021

KECAMATAN     : CILEUNYI

KOTA/KAB          : KABUPATEN BANDUNG

PROGRAM          : PAUD

No Kegiatan Uraian Kegiatan (dijabarkan) Sasaran Kegiatan (perlu dijabarkan oleh penilik ) Lembaga Sasaran Indikator  Hasil Kinerja (perlu dijabarkan oleh penilik ) Waktu (dijabarkan perminggu dlm setiap bulan dan sesuaikan dg kondisi) Ket  
1 Menyusun rencana Pengendalian mutu PAUD pada Triwulan pertama Mempelajari program kerja tahun lalu , menginventa risasi program yg belum terealisasi dan dimasuk kan  dlm rencana program kerja 2021 Pendidik, Tenaga Kependidikan,Sarana prasarana, dan keuangan serta administrasi Lembaga PAUD Program Kerja pengendalian mutu program Triwulan Penilik 2021 JANUARI 2021    
I II III IV    
           
2 Membuat instrumen pemantauan dan evaluasi program PAUD Membuat instrumen, Ujicoba Instrumen, dan Memperbaiki instrumen hasil ujicoba Pendidik, Tenaga Kependidikan,Sarana prasarana, dan keuangan serta administrasi Lembaga PAUD Instrumen monev yg valid Februari 2021    
3 Melakukan monev dan Penyusun laporan hasil  pemantauan dan evaluasi triwulan pertama Melakukan monev dan Menyusun laporan hasil  pemantauan dan evaluasi triwulan pertama Pendidik, Tenaga Kependidikan,Sarana prasarana, dan keuangan serta administrasi Lembaga PAUD Hasil Pemantauan dan evaluasi program penilik dalam satu tri wulan              

Posted on Leave a comment

Mekanik Alat Berat Indonesia (M.A.B.I) Release Beta

Untuk menguji kompetensi mekanik alat berat di ranah pengetahuan atau knowledge, saat ini tentunya menjadi semakin praktis, cepat, akurat dan lebih menghemat biaya operasional. PT. AMM dengan tim pengembang konten dan aplikasi menghadirkan solusi pelatihan dan pelayanan Hybrid, yaitu pelayanan pelatihan dan konsultasi secara langsung dengan pelanggan, serta bundling Aplikasi program instrumentasi pendukung berbasis android. dengan perkembangan teknologi saat ini semuanya menjadi lebih mudah, tetapi tentunya pelayanan pelatihan dari AMM tidak menghilangan esensi dari pelatihan, yaitu set-up kultur dan adaftif terhadap karakter bisnis pelanggan. Aplikasi yang direlease secara terbuka di google play store, amazon app store merupakan aplikasi versi beta yang dengan konten gratis, kecepatan “loading per page” kami batasi dan beberapa akses kami buka. Tentunya untuk penggunaan kepentingan korporasi kami sudah siapkan dengan fiitur terbaik dengan paket konsultasi khusus

This image has an empty alt attribute; its file name is 512x512newkuisfull-1.png

Aplikasi ini masih Versi Beta, artinya belum full release dikarenakan beberapa fitur belum aktif, tetapi secara software sangat bersih dari virus yang dapat merusak sistem aplikasi pada handphone android. Kami melakukan internal release, khusus bagi pelanggan untuk memberikan informasi template aplikasi dan bonus 170 soal pilihan ganda, drag and drop, Hot Spot, dan kemampuan numerik untuk mengukur kemampuan mekanik dan penguasaan materi dalam setiap level pelatihan.

PT. AMM dengan produknya Rumah Teknik, memberikan sample program yang bisa langsung dipakai pada mekanik di perusahaan anda. Tentunya karena aplikasi ini versi Beta, belum kami tambahkan fitur registrasi khusus karyawan diperusahaan tertentu, Password khusus, auto reporting kepada instruktur yang teregristasi, dashboard monitoring manager, dll.

Intinya karakter pelayanan kami dalam membuat aplikasi dan pengembangan konten adalah berdasarkan permintaan pelanggan “Customize” dengan tujuan dapat menampung segala kebutuhan yang tepat. Jadi tunggu apa lagi, Segera hubungi kami, para praktisi Expertised dibidang teknologi alat -alat berat dan pengembangan Sumber Daya Manusia, khususnya dibidang teknik.

Posted on Leave a comment

Pendahuluan Buku Panduan GBK (Grading Berbasis Kompetensi )

1.1  Latar Belakang Masalah

Dikarenakan belum adanya grading sistem mekanik, yang berbasis pada kompetensi dengan ukuran yang jelas dan memperhitungkan pencapaian jenjang karir mekanik, maka hal tersebut dapat berdampak kepada faktor-faktor sebagai berikut :

  1. Klasifikasi kemampuan dalam memperbaiki alat, atau disebut dengan tingkat standar kompetensi yang belum rinci, dapat menimbulkan kesalahan dalam memberikan kompensasi pada prestasi hasil pekerjaan mekanik.
  2. Range posisi dan klasifikasi grade mekanik yang pendek dapat mengakibatkan kejenuhan pada grade tertentu.
  3. Cakupan pekerjaan dan kompetensi mekanik yang belum meninjau kepada keragaman (versatility) unit, dapat mengakibatkan tanggung jawab mekanik belum terarah.
  4. Dari permasalahan yang dijelaskan pada poin (1) dan poin (2) tersebut mengakibatkan sulitnya menentukan kebutuhan pelatihan yang tepat untuk menunjang kompetensi mekanik yang sebenarnya.

1.2  Tujuan Pengembangan Kurikulum

            Dalam proses pengembangan mekanik, Department Services harus memiliki sebuah tim khusus yang terdiri dari services trainer, services operational, People Development dan services system development untuk bersama sama merumuskan konsep yang sesuai dengan situasi dan budaya yang ada di Perusahaan.

  Adapun tujuan dari GBK  adalah sebagai berikut :

  1. Memberi panduan untuk peningkatan kompetensi mekanik mulai dari Fresh Graduated Mechanic, Mekanik 3 (M3),  hingga Master Mekanik (MM)
  2. Memberikan referensi kurikulum bagi mekanik untuk belajar dan berkarir lebih baik, berdasarkan kompetensi yang mereka inginkan.
  3. Memberikan kejelasan tentang sistem jalur karir mekanik, mulai dari tingkat kompetensi sampai versatility (kecakapan perawatan dalam beragam unit)
  4. Persiapan dan seleksi bakal calon pemimpin unggulan yang dapat terukur pencapaian karirnya dan didukung oleh program pelatihan yang tepat guna.

1.3  Ruang Lingkup

       Buku Panduan kurikulum ini ini hanya mengatur pengembangan kompetensi mekanik mulai dari Fresh Graduated Mechanic, mekanik M3 (entry grade), hingga mekanik dengan posisi Master Mekanik (MM). Proses yang harus dilalui, adalah mulai dari penentuan spesialisasi, pelatihan, OJI (on the job instruction) pengalaman bekerja, data Work Order (WO), Lembar Penilaian Poin Kompetensi (LPPK), sertifikasi, hingga kenaikan grade baru dan penambahan poin kompetensi.

  1.   Sistematika Penulisan

        Untuk memberikan gambaran mengenai alur pemikiran yang digunakan dalam penyusunan buku panduan GBK ini, maka diperlukan sistematika penulisan. Sistematika penulisan dalam penyusunan buku ini, sebagai berikut :

BAB    I           PENDAHULUAN

Bab ini mengemukakan tentang latar belakang masalah, tujuan pengembangan kurikulum, ruang lingkup serta sistematika penulisan.

BAB    II         GRADE DAN STANDAR KOMPETENSI

Bab ini mengemukakan tentang perbandingan antara sistim grade mekanik yang berlaku sebelum adanya program GBK dengan sistem grade yang terdapat pada program GBK.

BAB    III        ANALISA KOMPETENSI DASAR

Bab ini mengemukakan tentang analisa Kompetensi Dasar (KD) beserta uraian elemen kompetensi secara rinci

BAB    IV        POIN KOMPETENSI

Bab ini mengemukakan tentang dasar – dasar pengambilan poin kompetensi, distribusi poin terhadap jenjang grade mekanik, serta bobot poin kompetensi terhadap Kelompok Kompetensi Dasar (KKD) dan juga terhadap konsentrasi alat tertentu.

BAB    V         UJI KOMPETENSI DAN SERTIFIKASI

Bab ini mengemukakan tentang kerangka program, ruang lingkup uji kompetensi dan sertifkasi pada program GBK,

BAB    VI        PELATIHAN

Bab ini mengemukakan tentang jenis dan  program pelatihan  yang terdapat pada  program GBK.

BAB    VII      KPI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Bab ini mengemukakan tentang pembagian tugas, fungsi dan wewenang dalam organisasi, serta Key Performance Indicator (KPI) untuk tim pelatihan dan Quality Assurance (QA).

BAB    VII      KPI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Bab ini mengemukakan tentang pembagian tugas, fungsi dan wewenang dalam organisasi, serta Key Performance Indicator (KPI) untuk tim pelatihan dan Quality Assurance (QA).

BAB    VIII     KPI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Bab ini mengemukakan tentang pembagian tugas, fungsi dan wewenang dalam organisasi, serta Key Performance Indicator (KPI) untuk tim pelatihan dan Quality Assurance (QA).

Posted on Leave a comment

Setup sistem manajemen pelatihan

Contoh video e-learning bagian pertama, tentang bagaimana memberikan nilai keunikan positif untuk pengembangan SDM Perusahaan dealer alat berat

 

Contoh video e-learning bagian kedua, tentang belajar pendekatan membuat berbagai metodologi pembelajaran, menggunakan Taksonomi Bloom, ditambah dengan beberapa pengertian mengenai KSA (Knowledge , Skill dan Attitude)

Posted on Leave a comment

Sistem Kontrol Telemetri

Layanan Set-up Teknologi “Hybrid” Untuk Manajemen Aset perawatan alat berat teknologi 1.0, 2.0, 3.0, 4.0 (Automasi data) dengan karakterisitik real time monitoring S.M.A.R.T data 

Kami Melayani dari teknologi paling dasar  hingga teknologi paling mutakhir yang berhubungan dengan manajemen aset, baik berupa operasional produksi dan perawatan alat-alat berat. Dengan perpaduan efektif antara tingginya pengalaman lapangan yang menuntut untuk mengetahui karakteristik peralatankultur lapangan dan analisa perhitungan komputasi yang akurat, maka KPI manajemen aset anda akan tetap terjaga dan sangat memudahkan untuk dilakukan pengembangan tambahan dan deep root analysis yang akurat dalam waktu yang cepat

  1. Layanan Se-tup teknologi “Hybrid” merupakan kombinasi, akuisisi data secara realtime monitoring  untuk beberapa aspek dan parameter tertentu dengan kegiatan Sampling data secara manual untuk parameter khusus yang tetap membutuhkan pendekatan kultural, geografis atau lainnya
  2. Pada tahap awal,  kami menggunakan Metodologi S.M.A.RT (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Timebound).
  3. Pada tahap Implementasi, kami menggunakan Metodologi P.D.C.A (Plan, Do, Check and Action​).
  4. Modul ini diperuntukan untuk pengembangan aset manajemen bagian produksi, operasional perawatan yang melibatkan Alat Alat berat termasuk kendaraan ringan, genset dll